5 Air Rebusan Ini Dipercaya Baik Buat Kesehatan Ginjal

Daftar Isi



Jakarta, CNN Indonesia

Air rebusan herbal kerap dipilih sebagai cara alami untuk membantu menjaga kesehatan tubuh termasuk ginjal. Berikut beberapa rekomendasi air rebusan untuk ginjal agar bebas dari penyakit.

Ginjal bekerja tanpa henti sepanjang hari tanpa henti. Organ ini berperan menyaring darah, mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit, serta menjaga tekanan darah tetap stabil. 



ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jika fungsi ginjal terganggu maka, sisa metabolisme dapat menumpuk dan memicu berbagai masalah kesehatan.

Air rebusan untuk ginjal

Air putih tetap jadi cairan terbaik buat ginjal. Namun tak ada salahnya memenuhi kebutuhan cairan sekaligus mendukung fungsi ginjal dengan mengonsumsi air rebusan herbal.

Sejumlah tanaman dipercaya mengandung senyawa yang mendukung fungsi ginjal dalam menyaring limbah dan racun dari tubuh. Berikut di antaranya.

1. Daun seledri

Air rebusan daun seledri dipercaya membantu menjaga fungsi ginjal melalui efek antioksidan dan hidrasi. Daun seledri mengandung antioksidan yang membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas.

Batang pada seledri yang berukuran besar dapat dijadikan camilan sekaligus pemasok air. Dengan mengonsumsi air rebusan seledri, tubuh menjadi terhidrasi sehingga ginjal mampu membuang sisa metabolisme lewat urine.

Selain itu, kandungan kalium dalam seledri berperan membantu mengontrol tekanan darah. Tekanan darah yang stabil penting untuk mencegah kerusakan pembuluh darah ginjal dalam jangka panjang.

2. Daun tempuyung

Ilustrasi. Daun tempuyung dapat diolah jadi air rebusan untuk ginjal. (NY State IPM Program at Cornell University from New York, USA/Wikimedia Commons)

Air rebusan daun tempuyung dikenal dalam pengobatan tradisional sebagai pendukung kesehatan ginjal, terutama terkait batu ginjal. Tanaman ini mengandung flavonoid, asam fenolat, serta mineral seperti kalium dan magnesium.

Senyawa tersebut dipercaya membantu proses pengeluaran batu ginjal secara alami. Meski demikian, penggunaannya sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter, terutama bagi penderita penyakit tertentu atau yang sedang mengonsumsi obat.

3. Daun binahong

Air rebusan daun binahong mulai dilirik karena potensi perlindungannya terhadap jaringan ginjal. Penelitian dari Universitas Gadjah Mada (UGM) menunjukkan ekstrak daun binahong berpotensi menjadi terapi tambahan pada cedera ginjal akut.

Riset pada hewan uji coba, kandungan antioksidan daun binahong dilaporkan mampu meredakan peradangan dan mengurangi kerusakan sel ginjal. Meski menjanjikan, masih diperlukan studi lanjutan pada manusia.

4. Daun kumis kucing

Air rebusan daun kumis kucing telah lama digunakan untuk mendukung kesehatan saluran kemih dan ginjal. Daun dan batang kumis kucing kerap dikonsumsi sebagai teh herbal.

Daun kumis kucing dapat membantu meredakan masalah saluran kemih, tapi masih perlu dikaji lebih dalam.

5. Daun kelor

Ilustrasi daun kelorIlustrasi. Air rebusan untuk ginjal sebaiknya tidak menggantikan pengobatan medis. Daun kelor, misalnya, bisa dikonsumsi untuk mendukung kesehatan ginjal. (Getty Images/didoi)

Air rebusan daun kelor kerap disebut bermanfaat untuk ginjal berkat kandungan nutrisinya yang tinggi. Sejumlah studi menemukan ekstrak daun kelor berpotensi membantu mencegah penumpukan mineral yang dapat memicu pembentukan batu ginjal.

Daun kelor juga mengandung antioksidan dan senyawa antiinflamasi yang membantu melindungi sel ginjal dari stres oksidatif.

Meski air rebusan herbal kerap dikaitkan dengan kesehatan ginjal, penggunaannya tidak boleh menggantikan pengobatan medis. Konsultasi dengan dokter tetap dianjurkan, terutama bagi ibu hamil, penderita penyakit kronis, atau mereka yang sedang menjalani terapi tertentu.

Menjaga ginjal tetap sehat tetap perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari cukup minum air putih, mengatur pola makan, mengendalikan tekanan darah, hingga menjalani gaya hidup aktif dan seimbang.

(nga/els)


Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA