Jakarta, CNN Indonesia —
Flagship terbaru Samsung Galaxy S26 yang kemungkinan besar rilis Februari mendatang dikabarkan akan mendukung fitur komunikasi satelit.
Ketiga model dalam jajaran produk tersebut diketahui telah terdaftar di database Federal Communications Commission (FCC) Amerika Serikat (AS) dan mengungkap detail tentang fitur konektivitasnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan daftar FCC untuk varian AS dari Galaxy S26, Galaxy S26+, dan Galaxy S26 Ultra, ketiga model tersebut mendukung teknologi Supplemental Coverage from Space (SCS) dan Non-Terrestrial Network (NTN).
Kehadiran teknologi-teknologi ini membuktikan bahwa seri Galaxy S26 akan mendukung komunikasi satelit.
Hal ini akan memungkinkan pengguna untuk mengirim dan menerima pesan teks bahkan di area yang tidak terjangkau jaringan seluler. Namun, fitur ini kemungkinan akan dibatasi untuk wilayah tertentu.
Dikutip dari GSM Arena, dokumen FCC juga mengungkapkan bahwa ponsel-ponsel tersebut akan dilengkapi dengan konektivitas Wi-Fi 7, Bluetooth LE, NFC, dan Ultra Wideband (UWB).
Lebih lanjut, Samsung kemungkinan akan bermitra dengan Skylo untuk memfasilitasi panggilan dan pesan satelit, seperti yang disebutkan oleh laporan sebelumnya terkait Exynos Modem 5410.
Peluncuran Galaxy S26 tampak semakin dekat. Hal tersebut tampak dari bocoran fitur privasi terbaru yang diunggah Samsung di akun Instagram Samsung Indonesia.
Samsung mengunggah bocoran fitur tersebut dalam tiga video dengan nada yang sama.
Video unggahan menampilkan ilustrasi mata yang tengah melihat pola password, kode PIN, hingga chat. Namun, ketiganya tidak bisa terlihat ketika dimiringkan atau dilihat dari samping.
Ilustrasi visual ini digambarkan di atas latar belakang suasana ruang publik, seperti lift, kereta, dan bus.
“Kereta lagi penuh? Aman aja. Bersiap untuk dapatkan privasi yang next level,” tulis caption salah satu unggahan, Rabu (28/1).
Fitur ini kemungkinan besar merupakan pembaruan unik “Magic Flex Pixel” pada Galaxy S26 Ultra. Rumor tentang kehadiran fitur ini sendiri sudah beredar sejak beberapa waktu lalu.
Fitur ini konon merupakan versi bawaan perangkat dari pelindung layar yang dapat membuat layar menjadi gelap atau sulit dilihat dari samping. Menurut sejumlah informasi, yang membuat versi Samsung berbeda adalah fitur ini bekerja pada tingkat piksel dan tampaknya tidak memengaruhi kualitas gambar.
S26 sendiri dikabarkan menggunakan panel OLED M14 dari Samsung Display yang bakal memberikan peningkatan kecerahan dan efisiensi daya pada model-model baru. Panel ini sama dengan yang digunakan Apple dan Google untuk ponsel mereka, jadi akan sangat bagus jika Samsung dapat menyamai persaingan.
Galaxy S26 Plus dan Galaxy S26 Ultra kemungkinan akan mempertahankan ukuran layar yang sama dengan pendahulunya, yaitu 6,7 inci dan 6,9 inci. Namun, model dasar mungkin akan memiliki layar yang sedikit lebih besar, dengan ukuran 6,3 inci, bukan 6,2 inci seperti pada S25.
Samsung selama ini cukup lambat dalam meningkatkan kecepatan pengisian daya ponselnya, padahal pesaingnya menawarkan kecepatan pengisian daya yang hampir dua kali lipat lebih cepat. Namun, hal ini mungkin akan berubah tahun ini, meski hanya untuk seri Ultra.
Dikutip dari Tomsguide, rumor yang beredar menyebut pengisian daya 60W akan hadir di seri Ultra.
Samsung Galaxy S25 Ultra dilengkapi dengan pengisian daya nirkabel Qi2, tetapi tidak memiliki magnet bawaan untuk memanfaatkan sistem pengikatan magnetik standar tersebut.
Namun, hal itu kemungkinan akan berubah dengan generasi terbaru ponsel Galaxy S. Tidak hanya beberapa model S26 dilaporkan akan mendukung mode pengisian daya Qi2 yang lebih cepat, yakni 25W, Samsung juga mungkin akan menambahkan sistem penyesuaian magnetik ke aksesori resmi mereka untuk semua model S26, bukan hanya varian Ultra.
Sama seperti kecepatan pengisian dayanya, Samsung juga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk meningkatkan kapasitas baterai ponsel flagship-nya. Dalam kasus Galaxy S Ultra, baterainya belum pernah diperbarui sejak diluncurkan enam tahun yang lalu.
Bocoran yang beredar terkait peningkatan baterai muncul dalam berbagai versi, tetapi peningkatan hingga setidaknya 5.400 mAh tampaknya akan terjadi.
Samsung juga dikabarkan akan mengadopsi material silikon karbon untuk baterainya, mengikuti jejak pesaing China seperti OnePlus dan Honor.
Pada bagian chipset, Samsung ini dikabarkan akan membawa chipset Exynos 2600. Chipset ini disebut menggunakan teknologi produksi gate-all-around (GAA) 2-nanometer pertama di industri.
Di bagian kamera, Galaxy S26 Ultra dikabarkan membawa tiga kamera belakang, dengan kamera utama 200 MP, kamera ultrawide 50 MP, serta kamera telefoto 50 MP dengan 5x optical zoom. Di bagian depan, Samsung memberikan kamera 12 MP dengan FOV lebih lebar.
Meski masih menggunakan lensa 200 MP, tetapi sensor yang digunakan akan lebih besar, yakni sensor Sony berukuran 1/1.1 inci. Sebagai perbandingan, sensor pada S25 Ultra berukuran 1/1.3 inci.
(lom/dmi)
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











