Jakarta –
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan penanganan lonjakan kasus Influenza A di sejumlah daerah, termasuk wilayah Jawa Timur, tetap terkendali secara nasional.
Pemerintah kini memperketat pemantauan di titik-titik sentinel fasilitas kesehatan untuk mengantisipasi potensi penularan yang lebih luas.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman menyebut tren peningkatan kasus virus pernapasan menjelang akhir tahun merupakan siklus musiman yang wajar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, hasil surveilans mencatat kelompok anak usia dini menjadi yang paling rentan terdampak pada kenaikan kali ini.
“Kasus influenza yang terdeteksi tersebut mayoritas terjadi pada kelompok usia 0-4 tahun, dengan proporsi mencapai 33 persen,” ujar Aji saat ditemui seusai wawancara doorstop bersama media di Jakarta, Kamis (17/9/2026).
Aji menegaskan, meski terjadi kenaikan kunjungan pasien di beberapa rumah sakit daerah, kondisi fasilitas kesehatan nasional dipastikan tetap aman dan tidak mengalami overcapacity.
“Kenaikan tersebut juga diperkirakan tidak akan menjadi lonjakan signifikan,” tambahnya.
Langkah ini mempertegas pernyataan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dua hari sebelumnya yang menyatakan bahwa penanganan Influenza A pada dasarnya dapat diatasi melalui pengobatan standar serta pemantauan ketat di daerah-daerah terdampak.
Kemenkes mengimbau para orang tua untuk lebih waspada terhadap gejala batuk dan demam pada anak, serta agar tetap menerapkan protokol kesehatan dasar dan menjaga daya tahan tubuh.
(aur/kna)
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











