loading…
Sisa-Sisa Jenazah Suku Naga. Foto/ AFP
Museum tersebut, yang memiliki koleksi artefak suku Naga terbesar di dunia, mengonfirmasi bahwa pihaknya sedang mempersiapkan proses repatriasi setelah universitas menyetujui permintaan dari Forum Rekonsiliasi Naga (FNR).
“Sisa-sisa jenazah ini telah ‘berada jauh dari tanah air mereka untuk waktu yang terlalu lama’,” ujar Direktur Museum, Laura Van Broekhoven, kepada AFP.
Artefak-artefak tersebut dikumpulkan pada awal abad ke-20 oleh para administrator kolonial Inggris, dan beberapa di antaranya sempat dipamerkan kepada publik hingga tahun 2020.
“Bagi masyarakat Naga, pengembalian ini bukan sekadar membawa pulang tulang-belulang dan sisa-sisa kerangka leluhur ke tanah air mereka; yang lebih penting, ini adalah tentang mengembalikan ingatan ke tempat yang semestinya,” ungkap FNR dan organisasi-organisasi Naga lainnya kepada AFP seraya menyambut baik kesepakatan tersebut.
Menurut Museum Pitt Rivers, permintaan FNR mencakup 40 set sisa-sisa jenazah manusia
(wbs)
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











