Ilustrasi bahaya salmonella pada telur mentah. (Foto: dok 4045/Magnific)
JAKARTA – Kasus bayi Alena yang meninggal dunia setelah disebut diberi telur mentah menjadi perhatian publik. Di balik kejadian tersebut, ada risiko keamanan pangan yang perlu dipahami orang tua, yakni infeksi bakteri Salmonella akibat mengonsumsi telur mentah atau setengah matang.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan bahwa telur mentah maupun setengah matang tidak dianjurkan untuk diberikan kepada bayi dan anak. Pasalnya, telur yang tidak dimasak dengan sempurna berpotensi mengandung bakteri Salmonella yang dapat menyebabkan infeksi saluran pencernaan.
Ketua Pengurus Pusat IDAI, Dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, Subsp Kardio(K), menjelaskan bahwa infeksi Salmonella dapat menimbulkan sejumlah gejala, mulai dari diare, demam, nyeri perut, hingga muntah.
“Telur mentah atau setengah matang dapat mengandung bakteri Salmonella yang menyebabkan infeksi saluran cerna atau salmonelosis,” demikian penjelasan IDAI dalam pernyataan resminya pada iNews Media Group, Selasa (13/10/2026).
“Infeksi ini dapat menimbulkan gejala berupa diare, demam, nyeri perut, muntah, dan dehidrasi. Pada bayi dan anak kecil, infeksi dapat berlangsung lebih berat dan berpotensi menimbulkan komplikasi serius,” lanjutnya.
Pada bayi dan anak kecil, infeksi tersebut dapat berlangsung lebih berat dan berpotensi menimbulkan komplikasi serius. Karena itu, orang tua perlu memperhatikan keamanan makanan yang diberikan kepada anak.
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











