loading…
Harga emas dunia melanjutkan penguatan hingga menembus USD4.100 per ons pada Kamis (5/11). FOTO/AP
“Logam mulia menjadi salah satu aset yang paling diuntungkan setelah pemilihan umum AS,” kata Kepala Strategi Komoditas Saxo Bank Ole Hansen, seperti dikutip CNBC, Jumat (6/11/2026).
Baca Juga: Bank Sentral Global Borong 321 Ton Emas, Rekor Tertinggi dalam 2 Tahun Terakhir
Berdasarkan laporan CNBC, harga emas di pasar spot melonjak hampir 3,4% pada Rabu (4/11), menjadi kenaikan harian terbesar sejak 19 Agustus 2026. Dalam sepekan, harga emas telah meningkat lebih dari USD250 dari posisi terendah dalam setahun yang tercatat pada Jumat (30/10).
Penguatan emas terjadi setelah investor menilai kemenangan Demokrat dapat membatasi rencana kebijakan fiskal Presiden AS Donald Trump, termasuk pemangkasan pajak dan peningkatan belanja pemerintah. Analis ANZ menyebut perubahan komposisi kekuasaan di Kongres mendorong penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor panjang, sementara Indeks Dolar AS menyentuh level terendah sejak 30 September 2026.
Hansen mengatakan penurunan harga energi, meredanya kekhawatiran inflasi dan suku bunga, serta pelemahan dolar AS dan imbal hasil obligasi turut mendorong kenaikan harga emas. Kondisi tersebut juga memaksa para spekulan yang sebelumnya bertaruh terhadap penurunan harga emas untuk kembali membeli logam mulia tersebut.
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











