Jakarta, CNN Indonesia —
Chery Sales Indonesia (CSI) masih melakukan investigasi insiden kebakaran Knock Down (KD) Kit bersama berbagai pihak, termasuk asuransi. Sejauh ini perusahaan masih belum bisa memberi informasi detail karena proses penyelidikan masih berlangsung.
“Kita belum bisa memberi komentar karena memang masih dalam investigasi lebih lanjut. Jadi saya belum bisa memberi pernyataan apa pun,” ujar Zheng Shuo, Country Director CSI di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (27/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Zheng, investigasi melibatkan berbagai pihak, termasuk asuransi, kepolisian dan pemadam kebakaran. Sampai sekarang belum ada kepastian mengenai nilai kerugian akibat insiden tersebut.
“Itu sampai sekarang belum bisa dibilang karena masih tunggu pihak asuransi, belum ditutup. Kalau sudah nanti akan bisa kita sampaikan,” kata dia.
Zheng mengungkap pihaknya berhati-hati memberikan informasi karena perkembangan berita sebelumnya sempat menyulitkan proses asuransi.
“Pokoknya kasusnya sampai sekarang masih investigasi oleh berbagai pihak. Makanya belum ada yang bisa disampaikan karena informasi kemarin sempat beredar bisa membuat asuransi kesulitan,” jelasnya.
Soal kapan investigasi rampung, Zheng menyatakan dirinya pun ingin segera mendapatkan hasilnya. Namun, ia belum bisa memastikan kapan proses tersebut selesai.
Ganggu produksi
Zheng mengakui ada kemungkinan gangguan dalam jadwal produksi karena insiden kebakaran tersebut, tetapi pihaknya sedang menyusun strategi agar produksi tetap berjalan sesuai target.
“Pastinya mungkin akan terganggu, tetapi kita usahakan akan membuat rencana baru bagaimana produksi bisa catch up,” ujarnya.
Sementara itu, KD Kit yang terbakar harus diganti dengan unit baru. Zheng memastikan pihaknya sudah mengajukan pesanan baru untuk komponen tersebut.
“Iya, harus ada order baru,” pungkasnya.
Sebelumnya, CSI mengonfirmasi kebakaran yang menghanguskan sekitar 90 hingga 100 unit mobil di gudang penyimpanan knock down (KD) kit di Bekasi, Jawa Barat, Minggu (23/3).
CSI juga menegaskan lokasi kebakaran bukan di pabrik rekanan mereka, Handal Indonesia Motor, di Bekasi, melainkan di fasilitas penyimpanan yang dikelola pihak ketiga.
(can/fea)
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA