Jakarta, CNN Indonesia —
Kementerian ESDM memastikan telah memberikan tambahan kuota impor BBM sebesar 10 persen kepada SPBU swasta pada tahun ini. Proses impor tengah dilakukan dan tinggal menunggu kargo tiba di dalam negeri.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman memastikan tambahan kuota diberikan sama seperti 2024 dan 2025 yakni 10 persen dari realisasi penjualan di tahun sebelumnya.
“Kuota saya jawab satu kata, mirip tahun 2025,” kata Laode ditemui di Kantornya, Jumat (6/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, para SPBU swasta juga sudah mulai mengajukan izin sejak akhir tahun lalu, termasuk Shell. Namun, perusahaan tersebut mengajukan paling akhir sehingga saat ini masih dalam evaluasi.
“Shell itu terakhir kan menyetujui proses pembelian. Jadi, kami evaluasi dulu,” jelasnya.
Untuk tahun ini, Laode menyebutkan pemerintah juga mengubah waktu pemberian izin impornya. Dari tahun sebelumnya per stok tiap tiga bulan, saat ini menjadi pemberian izin untuk langsung stok 6 bulan.
“2025 kemarin ada yang bilang, oh ini kok bulanan, oh 3 bulanan. Nah, tahun ini kita sudah tetapkan 6 bulan.
Jadi mereka diberikan impor untuk 6 bulan,” tegasnya.
Ia menyebutkan perubahan ini untuk mencegah tidak terjadi kasus kelangkaan seperti tahun lalu. Nantinya, akan dievaluasi lagi.
“Nanti kita lihat lagi dinamikanya (setelah pemberian izin 6 bulan),” tegasnya.
[Gambas:Video CNN]
(ldy/pta)
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











