Kurang Tidur Ganggu Kesehatan Paru-Paru (Foto: Freepik)
JAKARTA – Durasi tidur ternyata tidak hanya berkaitan dengan rasa lelah dan kebugaran tubuh, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan sistem pernapasan. Tidur terlalu sedikit maupun terlalu lama sama-sama dikaitkan dengan lebih seringnya muncul keluhan seperti batuk, mengi, dan sesak napas.
Dokter Spesialis Paru sekaligus Divisi Infeksi Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FKUI, Prof. Erlina Burhan, mengingatkan pentingnya menjaga durasi tidur yang cukup untuk membantu tubuh, termasuk paru-paru, melakukan pemulihan secara optimal.
“Saya ingin mengingatkan Anda yang sering begadang, atau justru gemar tidur lama, keduanya ternyata sama-sama bisa memengaruhi napas Anda. Lalu, sebenarnya berapa lama kita perlu tidur?” kata Prof. Erlina, dikutip Sabtu (15/8/2026).
Ia merujuk pada studi yang menganalisis data survei kesehatan nasional Amerika Serikat atau National Health and Nutrition Examination Survey (NHANES) periode 2005–2012. Penelitian tersebut melibatkan 14.742 orang dewasa dan menemukan bahwa durasi tidur 7–8 jam per malam berkaitan dengan tingkat keluhan pernapasan yang lebih rendah.
Kelompok yang tidur dalam rentang tersebut tercatat lebih jarang mengalami masalah pernapasan. Sebaliknya, kurang tidur secara terus-menerus dapat mengurangi waktu tubuh untuk melakukan proses pemulihan sehingga berpotensi memengaruhi kondisi saluran pernapasan.
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA
