loading…
Foto: Doc. Istimewa
Dari pertanyaan itu lahir Care Without Words—sebuah kampanye yang, sejak namanya saja, sudah menolak untuk berisik.
Waktu peluncurannya pun terasa relevan. Jakarta dan sebagian besar wilayah Indonesia tengah memasuki periode paling terik dalam setahun. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau tahun ini berlangsung sepanjang Juli hingga September 2026, dengan anomali suhu tertinggi justru terjadi di bulan Juli. Wilayah Jakarta Utara telah memasuki musim kemarau sejak Mei, disusul Jakarta Selatan sejak Juni. Kombinasi udara yang lebih kering dengan tutupan awan yang menipis membuat siang hari di ibu kota terasa lebih terik dari biasanya.
Namun, bukan sekadar panasnya yang menjadi persoalan. Menurut BMKG, berkurangnya curah hujan pada periode ini juga menghilangkan mekanisme alami atmosfer untuk membersihkan partikel-partikel polusi dari kendaraan bermotor dan aktivitas industri. Akibatnya, kualitas udara di kota-kota besar berpotensi memburuk, terutama pada hari-hari dengan sirkulasi angin yang lemah. Di titik inilah kampanye Winix menemukan resonansinya: pada saat udara di luar rumah semakin sulit dikendalikan, udara di dalam rumah justru menjadi ruang yang masih bisa dijaga.
Untuk membawa cerita itu, Winix menggandeng Natasha Surya (@natsoe.id), konten kreator yang selama ini dikenal lewat pendekatan hidupnya yang hangat dan tidak dibuat-buat. Pilihan ini bukan tanpa alasan. Dalam narasi yang dibangun Winix, kepedulian paling bermakna bukanlah yang paling lantang disuarakan, melainkan yang paling konsisten dijalankan. Nilai tersebut tecermin dari keseharian Natasha di media sosialnya.
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











