Pakar IDAI Beberkan Beda Influenza A dengan Pilek, Sama-sama Banyak Tulari Bocil


Jakarta

Belakangan influenza A tengah disorot lantaran memicu kenaikan kasus di sejumlah wilayah RI. Unit Kerja Koordinasi (UKK) Infeksi Penyakit Tropik Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Prof Dr dr Anggraini Alam, SpA, Subsp IPT(K), mengatakan influenza A menjadi salah satu jenis influenza yang perlu diwaspadai. Berdasarkan data yang dipaparkan, influenza A juga menjadi jenis influenza yang paling banyak ditemukan.

“Ini paling sering terjadi adalah justru flu A. Tadi sudah diperlihatkan di data juga flu A paling tinggi,” ujar Anggraini.

Menurutnya, influenza A memiliki kemampuan bermutasi dengan cepat. Virus tersebut tidak hanya dapat menginfeksi manusia, tetapi juga hewan. Salah satu hewan yang menjadi perhatian dalam perkembangan influenza A adalah babi.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Adapun influenza A dan pilek atau common cold kerap dianggap sebagai penyakit yang sama karena sama-sama menyerang saluran pernapasan. Namun, keduanya sebenarnya berbeda, termasuk dari tingkat keparahan penyakit yang dapat ditimbulkan.

Tak hanya itu, dr Anggraini menekankan influenza umumnya dapat menyebabkan gejala yang lebih berat dibandingkan pilek biasa.

“Bagaimana sih begitu si virus itu masuk, ingat ya, tidak sama influenza atau flu itu dengan selesma atau common cold. Flu dia itu lebih berat,” jelasnya dalam media briefing, Jumat (18/9/2026).

Ia menjelaskan virus influenza dapat masuk ke dalam sel tubuh dan memanfaatkan mekanisme sel untuk memperbanyak diri. Proses tersebut kemudian dapat menyebabkan kerusakan sel.

“Begitu dia masuk, dia akan mengikuti bagaimana DNA genetik kita sehingga dia bisa memperbanyak dirinya di dalam sel kita sampai sel kita rusak kemudian dia akan dikeluarkan,” katanya.

Virus yang keluar dari sel selanjutnya dapat menyebar ke jaringan saluran pernapasan dan memicu peradangan. Peradangan inilah yang kemudian menimbulkan berbagai tanda dan gejala penyakit.

“Nah peradangan ini yang memperlihatkan tanda dan gejala. Peradangan ini bisa pulih berminggu-minggu,” lanjut dr Anggraini.

Dalam kondisi tertentu, infeksi juga dapat berkembang lebih jauh apabila virus atau respons peradangan memengaruhi bagian tubuh lainnya.

“Bayangkan bila mana si virus itu dari saluran napas bisa masuk ke pembuluh darah. Nah, di sinilah dengan berbagai sistem imunnya, tidak heran bilamana yang namanya tanda dan gejala itu sistemik.” tuturnya.

(suc/up)

Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA