Pramugari Ini Ungkap 4 Kebohongan yang Sering Diucapkan ke Penumpang

Daftar Isi



Jakarta, CNN Indonesia

Seorang pramugari mengungkapkan sejumlah kebohongan yang kerap disampaikan awak kabin kepada penumpang selama penerbangan. Meski terdengar sepele, hal-hal ini dilakukan demi kenyamanan penumpang dan kelancaran tugas kru pesawat.

Dalam pengakuan anonim kepada eShores, pramugari tersebut menyebut pekerjaan awak kabin tidak sebatas menyajikan makanan dan minuman. Mereka juga harus memastikan keselamatan sekaligus menjaga suasana penerbangan tetap kondusif.



ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kebohongan pramugari saat penerbangan

Jadi apa saja kebohongan yang sering diucapkan pramugari terhadap penumpang selama penerbangan? Ini dia daftarnya, seperti dilansir dari Express:

1. Kebohongan soal kandungan kafein dalam kopi

Ada beberapa hal yang jarang diketahui penumpang. Salah satunya terkait pesanan kopi, terutama di penerbangan malam.

Ketika penumpang kelas bisnis meminta kopi di malam hari, awak kabin kerap menyajikan kopi tanpa kafein, tetapi tidak memberi tahu penumpang.

“Ketika penumpang kelas bisnis meminta kopi di penerbangan malam, saya akan membuatkan kopi tanpa kafein agar mereka bisa lebih mudah tertidur,” ujar sang pramugari.

2. Kebohongan soal suhu di kabin

Tak hanya soal kopi, suhu kabin pesawat juga menjadi hal lain yang sering menjadi kebohongan pramugari kepada penumpang. Kabin pesawat dikenal dingin, tetapi ketika penumpang meminta suhu dinaikkan permintaan tersebut belum tentu benar-benar dilakukan.

“Ketika penumpang meminta suhu kabin dinaikkan, kami berbohong dan mengatakan, ‘ya kami akan menaikkannya,’ tetapi sebenarnya kami tidak melakukannya karena kami merasa gerah saat berjalan-jalan,” katanya.

Oleh karena itu, penumpang disarankan membawa syal atau jaket sendiri agar tetap hangat, terlepas dari pengaturan suhu kabin.

3. Kebohongan soal kualitas air

Hal lain yang diungkap pramugari tersebut, yakni soal kualitas air di pesawat. Ia mengingatkan penumpang untuk lebih berhati-hati mengonsumsi air putih yang berasal dari tangki pesawat.

“Tangki air tidak dibersihkan dan mungkin penuh kerak kapur, tetapi kami tetap meminumnya serta menggunakannya untuk teh dan kopi,” ujarnya.

Bagi penumpang yang sensitif terhadap rasa air, membawa air minum sendiri atau memilih minuman kemasan lain bisa menjadi alternatif lebih aman.

4. Kebohongan soal sisa minuman beralkohol

Terakhir, soal minuman beralkohol, pramugari tersebut mengungkap fakta yang mungkin mengejutkan banyak orang. Setiap sisa anggur atau sampanye yang tidak habis diminum penumpang akan dibuang sebelum pesawat mendarat.

“Kami membuang semua anggur dan sampanye yang tidak terpakai ke saluran pembuangan sebelum mendarat, bahkan jika isinya masih tiga perempat penuh,” katanya.

Jika merasa sayang dengan minuman yang belum habis, penumpang disarankan menghabiskannya sebelum pendaratan. Penumpang juga bisa memindahkannya ke botol minum pribadi, selama aturan maskapai mengizinkan.

(nga/rti)


Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA