PSSI Akan Bersikap Tegas Soal Insiden Tendangan Kungfu di Liga 4 DIY


Jakarta, CNN Indonesia

Komite Disiplin (Komdis) Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI DIY akan mendalami insiden tendangan kungfu pemain KAFI Jogja FC terhadap pemain UAD FC Yogyakarta di Liga 4 Provinsi DIY bertajuk Piala Gubernur DIY 2025/2026.

Sekretaris Umum Asprov PSSI DIY, Wendy Umar Senoadji menuturkan, pihaknya akan mendalami insiden ini melalui rekaman video sebelum mengambil kesimpulan menyangkut sanksi atau hukuman.

“Namun dari pandangan mata jelas bahwa seharusnya pemain itu dihukum kartu merah, itu sudah jelas,” kata Wendy dalam keterangannya, Selasa (6/1).



ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pertandingan yang digelar di lapangan Sitimulyo itu, pemain KAFI nomor punggung dua, yakni Dwi Aan mengangkat kaki terlalu tinggi hingga menyasar ke wajah pemain UAD, Amirul.



Amirul pun langsung terjatuh dan memegangi kepalanya. Ia sempat mendapat perawatan dan dibawa keluar lapangan, sementara Dwi Aan dihadiahi kartu kuning. Insiden terjadi pada menit ke-73 saat KAFI sedang unggul 1-0.

Kendati demikian, Wendy menyerahkan keputusan kepada Komite Wasit untuk menilai kinerja perangkat pertandingan. Prinsipnya, Asprov tegas bahwa tidak mentolerir tindakan-tindakan yang mencederai fair play.

“Baik pada pemain ataupun siapapun yang berada dalam lingkup sepak bola,” ucapnya.

Sebelumnya, Pelatih KAFI Jogja FC, Nopendi telah meminta maaf atas insiden tendangan kungfu yang dilakukan pemainnya. Ia melihat insiden terjadi dalam situasi pertandingan yang berlangsung cepat. Selain itu, baginya, dinamika di lapangan tak selalu bisa dikendalikan.

“Kalau pastinya situasinya pertandingan, saya lihat bolanya memang mantulnya tidak stabil. Tapi, di luar itu saya juga tidak tahu persis,” kata Nopendi saat dihubungi, Selasa (6/1) malam.

“Dari awal saya sudah tekankan untuk bermain fair play. Tapi di lapangan kita tidak tahu kondisi seperti apa. Yang jelas, sebagai pelatih saya juga merasa bersalah atas kejadian ini,” sambungnya.

Melalui akun media sosial klub, pihak Manager KAFI juga mengeluarkan pernyataan resmi menyangkut kejadian ini. Selain meminta maaf, mereka memastikan bahwa penggawanya sama sekali tak berniat mencederai pemain lawan.

“Perlu kami sampaikan pemain kami tidak ada niatan untuk sengaja mencederai lawan. Pemain kami melakukan kecerobohan saat berusaha menyapu bola dengan menaikkan kaki terlalu tinggi sehingga mengenai pemain UAD FC mas Amirul,” tulis mereka.

Bagaimanapun, dituliskan bahwa dari pihak manajemen dan tim pelatih sudah memberi teguran keras kepada Dwi Aan.

(dmr/dmr/jun)


Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA