Jakarta, CNN Indonesia —
Ojek online atau ojol bakal menerima bonus hari raya (BHR) dari aplikator transportasi online tempatnya bernaung paling lama tujuh hari sebelum lebaran sesuai pernyataan Presiden Prabowo Subianto dan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker).
Hal itu berarti BHR akan cair atau diterima para ojol sekitar 23 Maret, mengingat Idulfitri tahun ini kemungkinan jatuh pada 30 Maret 2025.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli sebelumnya mengimbau perusahaan aplikator memberi BHR berupa uang tunai. Kemudian jumlah BHR ditentukan sebesar 20 persen dari rata-rata pendapatan bersih bulanan selama 12 bulan terakhir.
Tidak semua ojol akan mendapatkan BHR. Penerima BHR ditimbang berdasarkan keaktifan, termasuk jumlah pesanan yang diselesaikan, tingkat penyelesaian pesanan, jumlah hari dan jam online, serta rating pengemudi.
Hitungan kasarnya, jika rata-rata penghasilan bersih pengendara Rp3 juta, maka BHR yang diterima Rp600 ribu, sedangkan penghasilan Rp4 juta, maka jumlahnya Rp800 ribu.
Namun hitungan BHR 20 persen itu hanya untuk ojol produktif, sementara nilai BHR buat ojol paruh waktu diserahkan kepada perusahaan aplikator, menurut Kemenaker.
Jika akun lebih dari satu
Yassierli menjelaskan ojol dengan akun lebih dari satu kemungkinan bisa mendapat BHR ganda. Kata dia itu bisa terjadi dan dikatakan bukan masalah.
Namun dia mengingatkan ojol bisa memperoleh itu jika memenuhi syarat pemberian BHR dari masing-masing aplikator.
Seorang ojol punya akun lebih dari satu memang lumrah terjadi sebab mereka tidak terikat kontrak kerja dengan aplikator.
“Karena kriterianya kan sesuai dengan keaktifan, proporsional terhadap kinerja, keaktifan, maka menurut kami itu tidak ada masalah,” kata dia di Jakarta, Selasa (11/3).
(ray/fea)
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA