Waspada, 7 Makanan Ini Diam-diam Ganggu Kesehatan Usus

Jakarta

Kesibukan di pagi hari kerap membuat seseorang memilih makanan praktis, seperti protein bar. Meski mudah dikonsumsi, terlalu sering mengandalkan makanan kemasan dan ultra-proses dapat berdampak kurang baik terhadap kesehatan dalam jangka panjang, termasuk kesehatan saluran pencernaan.

Dikutip dari laman Hindustan Times, dokter bedah kolorektal dan pakar kesehatan usus, Dr Parameshwara C M, membagikan beberapa jenis makanan yang ia hindari untuk membantu menjaga kesehatan usus.

1. Camilan dengan Pewarna Buatan

Permen, keripik dengan warna mencolok, dan berbagai camilan olahan tertentu dapat mengandung pewarna makanan berbasis petroleum, seperti Red 40 dan Yellow 5.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Dr Parameshwara, makanan tersebut tidak memberikan banyak nilai gizi dan berpotensi memicu peradangan pada saluran pencernaan. Sebagai alternatif, ia menyarankan memilih makanan yang lebih bernutrisi, seperti kacang-kacangan, biji labu, atau buah beri segar.

2. Protein Bar

Dr Parameshwara menyebut makanan ini mengandung gula alkohol dan bahan tambahan tertentu yang bisa menyebabkan kembung dan gangguan pencernaan yang parah. Ia menyarankan sumber protein dari makanan utuh, seperti telur, ikan, lentil, atau cottage cheese.

3. Sereal Sarapan Tinggi Gula

Sereal kerap menjadi pilihan sarapan karena praktis. Namun, beberapa produk mengandung gula tambahan dalam jumlah tinggi.

Menurut Dr Parameshwara, jenis makanan ini dapat menyebabkan kadar gula darah meningkat dengan cepat dan kemudian mengalami penurunan energi yang drastis. Sebagai alternatif, ia menyarankan gandum utuh seperti rolled oats yang dapat ditambahkan biji chia dan buah segar.

4. Pemanis Buatan

Produk rendah kalori, termasuk minuman soda diet yang menggunakan pemanis buatan seperti sukralosa dan sakarin, juga menjadi salah satu yang ia hindari.

“Sejumlah penelitian menunjukkan pemanis buatan dapat memengaruhi keseimbangan mikrobiota usus yang bermanfaat,” tulisnya dalam unggahan Instagram.

Sebagai gantinya, ia menyarankan air soda dengan perasan jeruk nipis atau teh herbal tanpa gula.

5. Daging Olahan

Bacon, sosis, dan daging olahan yang biasa digunakan sebagai isian sandwich termasuk dalam kelompok karsinogen Grup 1 menurut WHO dan berkaitan dengan risiko kanker kolorektal.

Dr Parameshwara menyarankan sumber protein yang lebih minim proses, seperti telur, ikan, lentil, atau cottage cheese.

6. Saus dengan Kandungan Gula Tinggi

Saus kemasan seperti saus tomat, saus barbeku, dan saus salad siap pakai dapat mengandung gula tambahan dalam jumlah cukup tinggi.

Dr Parameshwara menyebut beberapa produk bahkan dapat mengandung hingga sekitar empat sendok teh gula rafinasi tersembunyi dalam satu porsi.

Sebagai alternatif, rasa makanan dapat ditingkatkan dengan minyak zaitun, perasan lemon, atau salsa buatan sendiri.

7. Makanan yang Mengandung Banyak Pengemulsi

Beberapa es krim dan produk makanan panggang komersial menggunakan bahan tambahan seperti polysorbate 80. Bahan ini berfungsi membantu mencampurkan minyak dan air agar teksturnya tetap lembut serta memperpanjang umur simpan.

Dr Parameshwara mengatakan bahwa zat tersebut dapat mengikis lapisan lendir pelindung usus. Sebagai pilihan yang lebih sederhana, ia menyarankan greek yoghurt tawar yang dapat dikombinasikan dengan madu.

(elk/naf)

Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA