REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Sebuah tas gitar yang dibawa siswa berusia 14 tahun ke sekolah di Prancis ternyata menyembunyikan senapan berburu. Remaja tersebut kemudian melepaskan sejumlah tembakan di dalam sekolahnya, melukai kepala sekolah dan seorang guru, serta membuat ratusan siswa dilanda kepanikan.
Penembakan terjadi di College Joseph-Lakanal, sebuah sekolah setingkat SMP di Aubagne, sekitar 15 kilometer sebelah timur Marseille, Prancis selatan, Senin (12/10/2026) pagi waktu setempat. Insiden yang tergolong jarang terjadi di Prancis itu memicu penyelidikan dugaan percobaan pembunuhan berencana dan mendapat perhatian langsung Presiden Emmanuel Macron.
Media Prancis TF1 Info melaporkan, pelaku merupakan siswa kelas tiga collège atau setara kelas sembilan di Indonesia. Ia memasuki sekolah sekitar pukul 09.25 dengan membawa senapan berburu kaliber 12 yang disembunyikan dalam tas gitar.
Menurut keterangan Kejaksaan Marseille, remaja tersebut menuju lantai pertama sebelum melepaskan satu atau dua tembakan di area yang dilalui warga sekolah. Tembakan itu mengenai kepala sekolah berusia 53 tahun dan seorang guru perempuan berusia 37 tahun yang sedang berada di lokasi.
Kepala sekolah mengalami luka akibat tembakan yang mengenai bagian pinggul hingga area kaki, sedangkan guru perempuan itu terluka di bagian paha. Pemerintah Kota Aubagne memastikan keduanya segera mendapat pertolongan medis dan dibawa ke rumah sakit, dengan kondisi yang tidak mengancam nyawa.
Namun, penembakan tidak berhenti setelah kedua korban terluka. Pelaku bergerak menuju lantai berikutnya dan kembali menggunakan senjatanya di tengah aktivitas belajar-mengajar.
Berdasarkan keterangan kejaksaan yang dikutip Reuters, pelaku melepaskan dua tembakan lagi di lantai dua sekolah. Tembakan pertama diarahkan ke lantai di dekat seorang guru, sedangkan tembakan berikutnya dilepaskan ke dalam ruang kelas yang sedang digunakan.
Tembakan terakhir mengenai papan tulis dan memicu kepanikan di antara para siswa. Tidak ada siswa yang dilaporkan mengalami luka tembak, tetapi guru dan murid di ruangan tersebut mengalami guncangan psikologis akibat peristiwa itu.
Ketika Sekolah Berubah Menjadi Kepanikan
Laporan Le Monde menggambarkan suasana mencekam ketika suara tembakan terdengar dari dalam bangunan sekolah yang sehari-hari menampung sekitar 625 siswa tersebut. Anak-anak berlarian, sementara sebagian lainnya berusaha menghubungi orang tua untuk memberitahukan kondisi yang sedang mereka hadapi.
Laetitia Galet, seorang ibu yang anaknya bersekolah di Joseph-Lakanal, mengaku menerima panggilan telepon dari putrinya saat kejadian berlangsung. Dalam percakapan itu, anaknya terdengar sedang berlari dan menyampaikan bahwa ada seorang penembak di sekolah.
Keterangan sejumlah siswa yang dihimpun Le Monde menunjukkan sebagian anak awalnya tidak mengetahui sumber suara keras yang mereka dengar. Situasi berubah menjadi kepanikan ketika mereka melihat seorang siswa membawa senjata api di koridor sekolah.
Penembakan baru berhenti setelah seorang petugas pembinaan dan kedisiplinan siswa, yang dalam sistem pendidikan Prancis dikenal sebagai conseiller principal d’éducation (CPE), berhasil menghadang pelaku. Petugas tersebut kemudian menguasai dan melucuti senjata remaja itu sebelum polisi tiba untuk melakukan penangkapan.
Wakil Jaksa Marseille Audrey Jouaneton memuji tindakan petugas sekolah tersebut sebagai keberanian yang luar biasa. Intervensinya dinilai berhasil mencegah kemungkinan bertambahnya korban, mengingat pelaku masih membawa senapan di dalam bangunan yang dipenuhi siswa.
Presiden Emmanuel Macron juga memberikan penghargaan atas respons cepat para tenaga pendidik melalui unggahan di media sosial X. Ia menyebut ketenangan dan tindakan teladan staf sekolah telah membantu mencegah akibat yang jauh lebih buruk.
Pemerintah Kota Aubagne segera mengaktifkan layanan bantuan psikologis bagi siswa, keluarga, dan tenaga pendidik yang terdampak. Sekolah juga ditutup untuk kegiatan belajar siswa pada Selasa (13/10/2026), sementara tenaga pengajar dijadwalkan tetap datang untuk penanganan dampak kejadian.
Loading…
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA
