Chiki Fawzi Beber Kronologi Dicopot-Dipanggil Lagi Jadi Petugas Haji


Jakarta, CNN Indonesia

Aktivis dan penyanyi Chiki Fawzi yang dicopot dari daftar petugas Haji 2026 diminta untuk kembali. Hal itu disampaikan Chiki tak lama setelah kabar pencopotannya viral di media sosial.

“Barusan banget juga aku diminta balik lagi sih,” ujar Chiki dengan wajah yang masih tampak tak percaya saat ditemui di kawasan Studio Rumpi: No Secret Trans TV seperti diberitakan detikcom, Kamis (29/1).



ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Chiki sebelumnya dicopot dari jabatannya saat Diklat Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1447 H/2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur.

Ia menilai pencopotan itu mendadak. Chiki kemudian mengungkapkan detail kronologi dirinya tahu telah dicopot dari daftar petugas Haji 2026.




“Jadi waktu itu malam-malam pas lagi mengikuti kelas bahasa Arab. Ada salah satu bapak dari Kementerian Haji menghampiri aku dan bilang kalau aku diminta pulang gitu dan enggak bisa melanjutkan,” ungkapnya.

“Kalau enggak salah, sebenarnya sudah dari siang mereka dikabarin. Tapi mungkin enggak enak sama aku buat kasih tahunya. Jadi, baru dikasih tahu pas malam hari itu,” katanya.

[Gambas:Video CNN]

Chiki Fawzi mengaku berat dan tidak menyangka harus pulang. Namun, ia mengatakan menerima keputusan itu dengan lapang dada dan berusaha tetap kuat.

“Saat dikasih tahu ya kaget banget, tapi kan memang sudah keputusannya. Jadi, langsung packing dan minta maaf kalau enggak bisa meneruskan ini semua,” tuturnya.

“Jadi aku pulang dan sebenarnya banyak yang kaget juga aku pulang malam itu. Tapi kan itu bukan kuasa mereka.”

Respons Kementerian Haji dan Umrah

Sementara itu, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengatakan bahwa tidak semua peserta yang turut dalam Diklat PPIH otomatis jadi petugas haji.

Mereka menyebut proses seleksi dan penetapan petugas berada dalam kewenangan tim kelompok kerja (pokja) Diklat PPIH. Tim pokja pun memiliki ketetapan standar dan kriteria guna pengambilan keputusan.

Selain Chiki, Tim Fasilitator Diklat melaporkan beberapa calon petugas haji lain juga diputuskan tidak melanjutkan proses diklat. Keputusan diambil berdasar berbagai ketentuan dan hasil evaluasi selama proses pelatihan.

Wakil Ketua Diklat PPIH Arab Saudi Kolonel (Purn) Muftiono menegaskan bahwa Kementerian Haji dan Umrah tidak memberikan perlakuan istimewa kepada siapa pun yang mengikuti diklat.

“Sejak hari pertama telah kami sampaikan bahwa diklat ini merupakan bagian dari proses seleksi. Mengikuti diklat tidak serta-merta menjadikan seseorang diangkat sebagai petugas haji,” ujar Muftiono di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (28/1).

Pengelolaan diklat PPIH Arab Saudi, lanjut Muftiono, dilakukan oleh tim profesional yang terdiri dari unsur Kementerian Haji dan Umrah, TNI, dan Polri, dengan penerapan disiplin tinggi.

Ia menegaskan tidak ada toleransi terhadap kelalaian dan ketidakdisiplinan, mengingat para peserta diklat nantinya akan menjadi ujung tombak pelayanan kepada jemaah haji di Arab Saudi.

Sehingga, kata Muftino, seluruh rangkaian pelatihan, sejak hari pertama hingga hari terakhir, wajib diikuti secara penuh dan serius tanpa pengecualian.

(chri)


Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA

Exit mobile version