loading…
Rudal Hipersonik China. Foto/ Viet
Ribuan tahun yang lalu, sebelum kompas ditemukan, peradaban kuno telah mengetahui cara mengamati bintang untuk menentukan arah, terutama selama pelayaran laut atau melintasi gurun.
Kini,para ilmuwanjuga menerapkan metode penentuan posisi ini pada rudal modern.
https://www.youtube.com/watch?v=yL7
Oleh karena itu, para ilmuwan di Institut Penelitian Dirgantara Guangdong telah mengembangkan sistem navigasi berdasarkan posisi bintang di langit untuk memandu rudal hipersonik jika rudal tersebut kehilangan sinyal dari satelit pemandu.
Sistem panduan ini akan mengatasi kelemahan terbesar rudal serang hipersonik, karena sistem panduan berbasis satelit dapat diganggu oleh musuh, menyebabkan rudal meleset dari target asalnya.
Para ilmuwan di Institut Penelitian Dirgantara Guangdong mengatakan bahwa sistem panduan astronomi menggunakan bintang sebagai titik referensi tetap untuk menentukan posisi dan orientasi target. Sistem ini akan memberikan lapisan panduan tambahan pada senjata hipersonik, mengurangi ketergantungan pada sinyal eksternal dan membuatnya lebih sulit untuk dicegat.
Aspek paling menantang dalam mengimplementasikan sistem panduan astronomi pada rudal hipersonik adalah panas luar biasa yang dihasilkan oleh kecepatan tinggi rudal tersebut, terutama saat melintasi atmosfer.
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA
