Jakarta –
Nyeri pada pinggang atau sisi tubuh sebelah kanan yang semakin memburuk selama dua bulan mendorong seorang pasien berinisial AS, 76 tahun, untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Hasil CT Scan kemudian menunjukkan adanya beberapa kista pada kedua ginjal berukuran lebih dari 10 cm.
Kondisi tersebut kemudian ditangani oleh tim Urologi Mayapada Hospital Jakarta Selatan (MHJS) melalui tindakan robotic-assisted renal cyst unroofing, yaitu operasi dengan sayatan kecil menggunakan kamera dan alat khusus, dengan dukungan teknologi robotik da Vinci Xi serta keahlian dokter untuk melakukan prosedur secara lebih presisi dan terkontrol.
Dalam penerapan teknologi tersebut, keahlian dokter tetap menjadi faktor utama dalam menentukan bagaimana teknologi dimanfaatkan untuk kebutuhan pasien. Sebagai lead doctor dalam penanganan kasus ini, dr. Syamsu Hudaya, Sp.U(K)-FICRS, dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan, menjelaskan bahwa teknologi robotik berperan sebagai alat pendukung, sementara kendali tindakan dan keputusan klinis tetap berada di tangan dokter.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Meskipun menggunakan teknologi robotik da Vinci Xi, dokter tetap memegang kendali penuh selama tindakan, termasuk mengendalikan robot, menentukan langkah operasi, dan mengambil keputusan klinis sesuai kondisi pasien. Teknologi robotik memberikan dukungan melalui visualisasi dan tanpa getaran atau tremor, sementara keahlian dokter, kerja sama tim, dan kolaborasi multidisiplin menjadi bagian penting dalam mencapai hasil perawatan yang optimal,” ujar dr. Syamsu dalam keterangannya, Kamis (22/10/2026).
“Dengan visualisasi 3D dan instrumen dengan pola pergerakan hingga 360 derajat, kami memiliki fleksibilitas pergerakan untuk menjangkau posisi anatomi yang sulit. Kemampuan ini membantu dokter bekerja lebih terarah pada area yang berdekatan dengan organ dan jaringan penting, sehingga dapat membantu meminimalkan risiko perdarahan dan mempertahankan fungsi optimal jaringan organ di sekitar organ,” imbuhnya.
Penguasaan teknologi dan teknik bedah robotik tersebut juga mendapat apresiasi dari Prof. (Dr.) Sanjai Kumar Addla, MRCS, MD, FRCS (Urol), ahli urologi dan bedah robotik dari Apollo Hospitals India, mitra strategis Mayapada Healthcare, yang memiliki pengalaman melakukan lebih dari 1.000 prosedur bedah robotik.
Ia mengatakan bedah robotik kini telah menjadi bagian dari standar pelayanan di Mayapada Hospital, didukung penguasaan teknologi, kemampuan teknis, dan pengambilan keputusan klinis oleh tim dokter.
“Teknologi robotik bukan lagi standar masa depan, tetapi standar layanan saat ini, dan kini menjadi standar pelayanan di Mayapada Hospital. Mayapada Hospital telah menunjukkan penguasaan teknologi robotik dan teknik bedah berstandar internasional, kontrol teknis, dan pengambilan keputusan klinis untuk memastikan prosedur yang aman dan efektif,” tuturnya.
Meski hasil CT Scan menunjukkan kista yang secara umum bersifat jinak, ukuran kista dan keluhan pasien tetap menjadi pertimbangan dalam menentukan penanganan. dr. Stevano LH Sipahutar, Sp.U, FICRS, dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan menjelaskan, bahwa tindakan medis dipilih dengan mempertimbangkan ukuran kista yang melebihi 10 cm serta keluhan nyeri pasien yang terus memburuk.
“Pada kasus ini, kista berukuran lebih dari 10 cm dan disertai nyeri yang semakin memburuk. Karena itu, penanganannya tidak hanya didasarkan pada karakteristik kista, tetapi juga pada gejala dan kondisi pasien. Salah satu pendekatan yang dipilih adalah unroofing atau deroofing kista, yaitu membuka bagian atas kista untuk mengeluarkan cairan di dalamnya,” jelas dr. Stevano.
“Tujuannya adalah mengurangi tekanan yang ditimbulkan oleh kista sehingga diharapkan dapat membantu meredakan keluhan, terutama nyeri, serta mencegah kista rekurensi yang akan menimbulkan tekanan pada jaringan di sekitar,” lanjutnya.
Keberhasilan penanganan kasus ini menjadi bagian dari perjalanan tim Urologi Mayapada Hospital Jakarta Selatan (MHJS) dalam mengembangkan robotic-assisted urology surgery, yang memadukan keahlian dokter dan teknologi robotik canggih untuk menghadirkan pilihan penanganan modern bagi pasien di Indonesia.
Pengalaman tersebut juga melengkapi layanan Tahir Uro-Nephrology Center dalam menangani berbagai gangguan ginjal dan saluran kemih, mulai dari pemeriksaan dan diagnosis hingga penanganan lanjutan, termasuk bedah berbantuan robot dengan teknologi da Vinci Xi, sehingga pasien dapat mengakses layanan urologi berstandar internasional tanpa perlu mencari layanan serupa hingga ke luar negeri.
Informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi Call Center 150770, WhatsApp 0817-17-150770, Emergency 150990 atau melalui aplikasi MyCare. Selain itu, Anda juga dapat memantau kebugaran tubuh melalui fitur Personal Health untuk menghitung detak jantung, langkah kaki, kalori terbakar, hingga Body Mass Index (BMI).
(akd/akd)
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











