loading…
Formasi Struktur Bahtera Nuh. Foto/ Daily
Kelompok “Noah’s Ark Scans”—sebuah proyek penelitian arkeologi yang mengkaji Formasi Durupınar (struktur geologis berbentuk kapal di provinsi Ağrı) di dekat Gunung Ararat—membagikan hasil pemindaian radar penembus tanah (GPR) terbaru mereka kepada NewsNation.
Dalam cuplikan tayangan untuk episode mendatang program *Unreported* di NewsNation, Andrew Jones, pendiri Noah’s Ark Scans sekaligus peneliti arkeologi, menyatakan bahwa timnya kini telah berhasil memperoleh data bawah permukaan dari lokasi tersebut untuk pertama kalinya.
Menurut laporan NewsNation, tim peneliti menggunakan sistem BakhtarRadar—yang digambarkan oleh Jones sebagai sesuatu yang mirip dengan “CT scan untuk bumi”—guna memeriksa struktur bawah tanah tersebut.
Teknologi ini memungkinkan mereka melakukan pemindaian hingga kedalaman sekitar 95 meter di beberapa lokasi.
Jones menjelaskan bahwa selama ini terdapat perdebatan mengenai hakikat sebenarnya dari Formasi Durupınar, termasuk teori yang menyebutkan bahwa formasi itu mungkin hanyalah batu besar, batuan dasar, atau struktur geologis alami yang kebetulan menyerupai bentuk kapal.
Namun, pengeboran yang dilakukan oleh tim peneliti mengungkapkan bahwa area tersebut tidak terdiri dari satu blok batu padat yang utuh.
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











