loading…
Director Business Development & Innovation PT Multipolar Technology Tbk, Halim Hartono Perdana dalam seminar The Next Frontier of Enterprise Intelligence: Unlocking Business Value with Autonomous AI, Kamis (24/9/2026). Foto/Dok. SindoNews
Pemanfaatan AI agent memang waktunya. Masalahnya, banyak perusahaan yang hanya mengembangkan AI agent tanpa menghasilkan nilai bisnis. Itu bisa jadi disebabkan karena agent dibangun menggunakan berbagai tools, bekerja dengan data yang terpisah (data silo), masih memiliki celah keamanan, dan banyak yang berhenti pada tahap awal. Baca juga: Ketika Agen AI Mulai Meretas dan Menutupi Jejak: Alarm Call bagi Transformasi Digital
Kalau begitu, sekarang tantangannya bukan lagi memiliki AI agent, melainkan bagaimana berbagai agen yang ada saling terhubung dan menjadi bagian dari proses bisnis. Director Business Development & Innovation PT Multipolar Technology Tbk, Halim Hartono Perdana mengatakan, perusahaan tidak cukup hanya memiliki banyak AI agent
“Yang lebih penting adalah memastikan agent-agent tersebut memahami konteks bisnis, terhubung dengan data dan alur kerja (workflow) yang tepat, serta menghasilkan output yang benar-benar mendukung tujuan bisnis. Di sinilah transformasi AI mulai bergeser dari sekadar penggunaan teknologi menjadi perubahan cara perusahaan bekerja,” katanya dalam seminar bertema “The Next Frontier of Enterprise Intelligence: Unlocking Business Value with Autonomous AI” yang diselenggarakan Multipolar Technology dan Microsoft Indonesia di Jakarta, Kamis (24/9/2026)
Setidaknya ada tiga tantangan utama yang muncul ketika perusahaan mulai memperluas penggunaan AI agent. Pertama, konteks bisnis. Agent membutuhkan akses dan pemahaman terhadap dokumen, percakapan, alur kerja, dan berbagai informasi agar dapat menghasilkan respons dan tindakan yang sesuai dengan kebutuhan bisnis.
Kedua, aspek security dan governance. Semakin banyak agent digunakan, semakin besar pula kebutuhan perusahaan akan visibility, control, dan safeguards,serta mekanisme tata kelola yang konsisten.
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











