Bisnis  

Perkuat Keberlanjutan Ekosistem Kedelai lewat Kolaborasi

loading…

Keberlanjutan ekosistem kedelai membutuhkan keterhubungan yang kuat antara budidaya di tingkat petani, kepastian penyerapan hasil panen, dan ketersediaan bahan baku bagi perajin tahu dan tempe. Foto/Dok

BANYUWANGI – Keberlanjutan ekosistem kedelai membutuhkan keterhubungan yang kuat antara budidaya di tingkat petani, kepastian penyerapan hasil panen, dan ketersediaan bahan baku bagi perajin tahu dan tempe . Kolaborasi lintas pemangku kepentingan menjadi salah satu kunci untuk mengembangkan potensi produksi kedelai lokal sekaligus mendukung keberlangsungan usaha dan penghidupan masyarakat.

Bagi Saifulloh, petani kedelai di Banyuwangi, bertani bukan sekadar menghasilkan panen, tetapi juga menjadi jalan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. Ia mengawali perjalanan dengan bekerja di lahan milik orang lain sebelum akhirnya menyewa lahan sendiri, meskipun pada awalnya hanya seluas seperempat hektare.

Dari hasil bertani kedelai, Saifulloh bisa membeli kambing untuk diternakkan, kemudian berkembang ke peternakan sapi. Penghasilan dari pertanian juga membantunya memenuhi kebutuhan keluarga dan mewujudkan keinginannya membangun rumah untuk anaknya.

Baca Juga: Tahu-Tempe dan Impor Kedelai yang Mematikan

“Dulu saya ikut bekerja di lahan orang. Setelah itu, saya mulai menyewa lahan sendiri, meskipun awalnya hanya seperempat hektare. Dari hasil bertani kedelai, saya bisa membeli kambing satu untuk diternakkan. Lama-lama, saya juga bisa membeli sapi,” cerita Saifulloh pada Minggu (18/10/2026).

Dulu dalam setiap panen seperempat hektare, Saifulloh memperoleh sekitar 3,5 hingga 4 kuintal kedelai, dengan keuntungan sekitar Rp3,5 juta. Sebagian penghasilan tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan seharihari, sementara sebagian lainnya dikembangkan menjadi modal usaha peternakan.

Baca Juga: Harga Kedelai Tembus Rp13.200 per Kg, Pemerintah Buka Opsi Subsidi

“Alhamdulillah, dari bertani kedelai saya bisa menghidupi keluarga. Hasilnya juga bisa dikembangkan untuk beternak, sampai akhirnya saya mampu membangun rumah untuk anak,” ujarnya.

Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA