Tarif Hotel Dekat Lokasi Konser Comeback BTS di Seoul Naik Gila-gilaan

Jakarta, CNN Indonesia

Setelah sempat hiatus selama hampir empat tahun, boyband besar asal Korea, BTS telah mengonfirmasi akan kembali menggelar konser pertamanya pada pertengahan Maret 2026 di pusat kota Seoul.

Konser ini digelar secara gratis dan dikabarkan berlangsung di Gwanghwamun Square, Seoul, pada 21 Maret 2026, menampilkan BTS dengan member lengkapnya.
Kabar ini langsung dimanfaatkan penyedia akomodasi untuk menaikkan harga sewa.

Meskipun harganya naik, tapi tetap saja hotel di sana overbooking, di mana terdapat lonjakan dari para ARMY (sebutan untuk fans BTS) yang luar biasa antusias untuk melihat kembalinya BTS.



ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diperkirakan akan ada 200 ribu ARMY dari seluruh dunia yang akan berkunjung ke pusat kota Seoul untuk melihat konser perdana BTS yang telah lama ditunggu-tunggu. Terlebih lagi, konser ini juga sekaligus peluncuran album full-length kelima BTS, “Arirang”.

Namun, bersamaan dengan antusiasme ini, banyak dari mereka yang mengeluhkan kenaikan harga sewa akomodasi di sekitar lokasi Gwanghwamun Square.

Seperti dilansir Korea JoongAng Daily, di beberapa platform perjalanan pada hari Senin (26/1), menunjukkan adanya lonjakan harga penginapan khususnya di distrik Jongno dan distrik Jung.

Untuk menginap di tanggal 20-21 Maret 2026, kenaikan harganya mencapai lima kali lipat dari tarif akhir pekan biasanya.

Hotel bintang empat yang terletak di dekat Stasiun Gwanghwamun, Koreana Hotel, rata-rata biaya penginapannya di akhir pekan selama bulan Februari adalah 225 ribu won atau sekitar Rp2,6 juta.

Namun, untuk tipe kamar yang sama di tanggal 21 Maret 2026, harganya langsung dipatok menjadi 1,35 juta won atau sekitar Rp15,6 juta.

Hal serupa terjadi di President Hotel, biasanya harga kamar di akhir pekan adalah 205 ribu won atau sekitar Rp2,3 juta. Namun untuk tanggal 21 Maret, harga kamarnya naik dua kali lipat menjadi 443 ribu won atau sekitar Rp5,1 juta.

Sementara itu, beberapa hotel lainnya termasuk hotel bintang lima Four Seasons, kamarnya sudah terjual habis (full booked).

Meskipun terdapat beberapa daftar kamar yang harganya naik dua kali lipat, tetapi semuanya sudah dipesan untuk tanggal 21 Maret 2026.

“Kami secara bertahap melihat lebih banyak reservasi setelah ada berita BTS akan tampil di Gwanghwamun Square,” ujar seorang pejabat Nine Tree By Parnas Seoul Insadong, melansir Korea JoongAng Daily.

Bukan hanya hotel, tetapi motel-motel terdekat juga melakukan hal yang sama. Sebuah motel di Jongno harga standar untuk kamarnya di akhir pekan adalah 130 ribu won atau sekitar Rp1,5 juta. Namun ketika malam pertunjukan, harganya naik menjadi 480 ribu won atau sekitar Rp5,5 juta.

Pemerintah Kota Seoul pada Senin pagi (26/1) mengatakan, sudah masuk beberapa keluhan, khususnya terkait harga akomodasi yang naik berkali lipat sampai overbooking, beberapa juga sampai harus membatalkan reservasi mereka.

Menjawab keluhan ini, pemerintah setempat segera melakukan inspeksi (pemeriksaan) terhadap fasilitas akomodasi di sekitar lokasi konser. Terdapat 280 fasilitas akomodasi di Jongno dan 411 lainnya di Jung yang diinspeksi.

“Mulai hari ini, kami melakukan inspeksi fasilitas akomodasi di distrik Jongno dan Jung, bersama dengan divisi pariwisata dan kantor distrik kami,” tegas seorang pejabat kota Seoul.

Inspeksi ini berfokus pada apakah fasilitas akomodasi tersebut sudah mencantumkan tarif kamar dengan benar sesuai dengan yang ada di postingan/platform pemesanan online. Selain itu, inspeksi juga mencakup pemeriksaan apakah kenaikan harga ini sudah berlebihan.

Hal ini karena di bawah Undang-Undang Pengendalian Kesehatan Masyarakat, penyedia akomodasi seperti hotel dan motel diwajibkan untuk mem-posting harga resmi dan dipublikasikan kepada umum. Jika terdapat kelebihan tarif dari harga yang di-posting, maka akomodasi tersebut akan terkena hukuman administratif sampai potensi penutupan.

Meskipun sudah ada undang-undang ini, tetapi faktanya di lapangan aturan tersebut masih kurang efektif. Sebab, penyedia akomodasi secara hukum diizinkan untuk merevisi harga yang mereka posting, serta tidak ada batasan hukum terkait berapa maksimal tarif kamar untuk akomodasi.

“Ini juga dimaksudkan untuk memberi sinyal bahwa pihak berwenang sedang memantau situasi. Penyedia akomodasi harus menahan diri dari membebankan tarif yang terlalu tinggi,” lanjutnya.

Bukan hanya Seoul yang merupakan rumah dari Gwanghwamun Square, tetapi terlihat pola serupa di kawasan lain seperti Busan. Setelah berita menyebar bahwa BTS World Tour Concerts juga akan berlangsung di Busan pada 12-13 Juni 2026, penyedia akomodasi langsung getok tarif kamar sampai sepuluh kali lipat dari harga normal.

Di Distrik Dongnae, sebuah penginapan sebelumnya memiliki tarif kamar 68 ribu won atau sekitar Rp789 ribu. Namun, untuk tanggal 12-13 Juni 2026 harganya langsung melonjak menjadi 769 ribu won atau sekitar Rp8,9 juta.

Meskipun lokasi konser di Busan belum diumumkan secara resmi, tetapi harga akomodasi di Busan secara keseluruhan sudah melonjak tajam. 



Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA

Exit mobile version