Jakarta, CNN Indonesia —
Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) tak memasang target signifikan untuk penjualan sepeda motor 2026. Proyeksi yang dipasang selama tahun ini sama dengan pencapaian 2025 serta target tahun sebelumnya yaitu berkisar 6,4 juta hingga 6,7 juta unit.
Ketua Bidang Komersial AISI Sigit Kumala menyatakan target ini berdasarkan peluang penetrasi pasar motor nasional di tengah banyak tantangan ekonomi yang harus dihadapi. Misalnya opsen sebagai pajak tambahan yang dikhawatirkan memberi hambatan awal bagi pelaku industri dalam memulai tahun.
“Kami memahami kebutuhan kenaikan pendapatan setiap pemerintah daerah. Kalaupun ada kenaikan opsen, kami berharap dapat diberikan juga insentif dengan tidak menaikkan pajak kendaraan sehingga dampaknya tidak berpengaruh ke permintaan konsumen,” ujar Sigit dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat (9/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sigit mengungkap efek berganda kondisi geopolitik global juga berpotensi memengaruhi perekonomian dan pasar motor domestik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain pertumbuhan ekonomi, harga komoditas dan kondisi cuaca akan memengaruhi stabilitas daya beli masyarakat tahun ini.
“Dengan mempertimbangkan berbagai kondisi dan tantangan yang potensial terjadi di tahun ini, kami memproyeksikan pasar sepeda motor domestik akan relatif stabil tahun ini di angka 6,4 juta-6,7 juta unit,” kata Sigit.
Dalam data yang dirilis AISI, penjualan roda dua selama 12 bulan tahun lalu mencapai 6.412.769 unit. Hasil itu naik sekitar 1 persen dari 2024 yang angkanya berhenti pada 6.333.310 unit.
Sementara ekspor CBU dari lima anggota AISI yaitu Honda, Yamaha, Suzuki, Kawasaki, dan TVS mengalami sedikit penyusutan secara tahunan menjadi 544.133 unit pada 2025, sedangkan 2024 sejumlah 572.506 unit.
Lalu ekspor dalam bentuk CKD selama 2025 berjumlah 8.139.894 unit dan terurai part by part 138.455.487 unit.
(ryh/fea)
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA
